Kamis, 17 Januari 2013

[[SINOPSIS NOVEL]] Mr.Midnight #6 "Radio kami tidak bisa berhenti" (versi Indonesia)


Joylin, Mandy, Christine, Jean dan Joan yang merupakan saudara kembara kembar adalah sahabat. Saat mereka sedang olahraga mereka pergi ke sebuah taman. Dibelakang taman itu terdapat pohon-pohon besar yang ditimbuni semak-semak yang ungguh lebat yang layaknya seperti hutan. Joylin ingin sekali kesana. Dia ingin sekali menelitinya. Karena tidak ada seorang anakpun yang berani kesana. Karena banyak anak yang bilang bahwa tempat itu berhantu. Padahal Mandy sudah mengingatkannya tapi, tetap saja , Joylin bersih keras untuk menuju kesana.
Saat berada didekat hutan itu Joylin mendengar suara samar-samar. Tapi, yang teman-teman lainnya tidak mendengar suara itu. Joylin menyuruh teman-temannya agar mendengar suara itu dan akhirnya teman-temannya mendengarkan suara itu. Ternyata suara itu merupakan alunan musik lagu Westlife.
Semakin masuk ke hutan suara itu terdengar semakin jelas dan keras. Mereka mencoba mencari sumber suara itu. Dan akhirnya Joylin menemukan sebuah radio dibalik semak belukar. Radio itulah yang memancarkan alunan musik lagu Westlife.
Christine merasa bahwa radio itu adalah radio mahal. Dia pernah melihat radio di toko elektronik tempat kakak sepupunya bekerja dan radio itu merupakan radio keluaran terbaru. Wow! Mandy ingin sekali mengembalikan radio itu kepemiliknya. Christine tetap pada pendirian bahwa tak mungkin ada seseorang yang meninggalkan radio sebagus itu ditempat seperti ini. Dan mulai muncul pikiran negatif di otak mereka. Dan akhirnya mereka menujui ide Joylin yaitu membawa radio itu untuk piknik di pantai.
Sesamapainya di pantai mereka menikmati dengan santai makan-makan dan memutar musik kesukaan mereka dari radio yang tadi. Tapi, tiba-tiba raut wajah mereka berubah begitu saja menjadi ketakutan, pucat dan tangan gemetaran. Terjadi hal aneh dipiknik mereka. Yah! Radio merubah lagu mereka menjadi lagu yang menyeramkan. Mereke tidak tau siapa yang merubah salurannya dan saat mereka ingin mematikannya radio itu tidak bisa berhenti.
Terjadi perseteruan kecil masalah radio itu. Mandy yang menyuruh mereka untuk mengembalikannya, sedang marah-marah tak karuan karena pendapatnya tidak digunakan. Mandy kembali memberi jawaban yang begitu tenang dan ilmiah. Jawaban yang mungkin bisa dipertimbangkan yaitu radio itu menangkap sinyal radio lain dipantai ini. Joylin menentangnya karena siapapun tak akan mendengarkan musik seperti itu.
Mendengar suara mengerikan dari radio itu membuat Mandy berpikir keras. Dilembarnya radio itu kelaut agar radio bisa mati. Hanya suara musik yang semakin keras yang terngiang-ngiang dikendang telinga mereka. Radio itu benar-benar radio yang aneh.
Saat Joylin dan Christine menuju Mandi yang sedang berusaha mematikan suara radio itu yang bukannya mati malah semakin mengeras. Jean berteriak-teriak dan melambai-lambaikan tangannya dan berkata bahwa Joan menghilang!
Jean yang saat penakut karena saudaranya menghilang mengambil kesimpulan bahwa radio itu marah dan menculik Joan. Joylin hanya tertawa terbahak-bahak mendengar kesimpulan Jean yang sungguh aneh itu. Christine dan Mandy berpikiran bahwa Joan mengerjain mereka atsu berjalan-jalan padahal mereka tau bahwa Joan itu orang yang sangat serius bahkan tidak suka bercanda.
Mereka membereskan alat piknik mereka dan berpencar mencari Joan. Mandy dengan Christine dan Joylin dengan Jean. Mereka sengaja meninggalkan radio itu agar tidak mengganggu pencariannya. Tetep saja radio itu bersuara sampai kemereka hingga pengunjung pantai merasa terusik. Joylin dan Jean mengambil radio itu dan terjebak bersama radio itu.
Joylin memperhatikan radio itu dn benar radio itu memang aneh, radio itu tidak mempunyai merek. Tiba-tiba saja terdengar suara diradio itu , merupakan suara anak cewek meminta tolong itu suara JOAN. Mendengar suara itu mereka mulai bertanya-tanya keberadaan Joan ada dimana pada radio itu. Karena Jean ketakutan akhirnya Jean pingsan. Joylin kesepian karena Mandy, Christine dan Joan sedang pergi entah kemana sedangkan Jean malah pingsan.
Disisi lain Mandy dan Christine menemukan hutan yang begitu gelap. Christine dengan pedenya masuk ke hutan itu dan berfirasat bahwa Joan berada disana. Mandy yang ketakutan, ragu-ragu untuk pergi kesana. Karena Christine membujuknya akhirnya luluhlah hati Mandy.
Mereka memasuki hutan, kaki Christine terjelit akar pepohonan. Mandy berjongkok dan berusaha menemukan pintu. Mereka memasuki pintu. Mereka berada disebuah ruangan yang besar. Ditengah ruangan itu terdapat mik , mereka berfikir bahwa mik itu dapat menyambung ke radio mereka. Mereka meminta tolong kepada Jean dan Joylin agar mereka dapat membantu Christine dan Mandy.
Baru sedikit kata yang diucapkan mulut mereka dibungkam oleh manusia bertopeng dan mereka dimasukkan kesebuah penjara bawah tanah. Benar disana mereka menemukan Joan yang sedang duduk disebuah kursi.
Jean mulai bangun dari pingsannya sambil membersihkan pasir diwajahnya. Lalu menatap Joylin yang sedang mendengarkan suara Christine dan mandi yang sedang minta tolong dari dalam radio. Mereka menjerit ketakutan karena sekarang 3 sahabat telah hilang. Yang terpikir adalah hilang ditempat yang sama.
Saat mereka sedang hisrteris-histerisnya. Munculah sosok laki-laki tampan seumuan mereka yang bernama Marcus. Marcus berencana ingin membantu Joylin dan Joan dalam pencarian 3 sahabatnya itu. Mereka bertanya kepada seseorang pengunjung pantai yang sedang berkemas. Pengunjung itu menunjuk jari kearah hutan yang didatangi oleh Mandy and Christine.
Mereka memasuki hutan itu lalu Marcus menemukan antena diantara pohon-pohon itu. Awalnya Joylin dan Jean tidak kelihatan tapi, lama-kelamaan mereka dapat melihatnnya juga. Sementara Marcus dan Joylin mencari antena itu yang mungkin berhubungan dengan Jean, Christine, dan Mandy. Jean menunggu bersama barang-barang pikniknya.
Marcus dan Joylin mencari-cari temapt yang ada hubungannya dengan Jean, Christine dan Mandy tapi, hasilnya sia-sia. Saat mereka menemukan pintu yang sama seperti pintu Joylin dan Mandy mereka malah bersembunyi karena ada seseorang yang keluar dari sana. Mereke memanggil Jean agar menuju kearah mereka. Tiba-tiba saja ide terblesit diotaknya. Ditumpuk-tumpukkan batu itu agar pintunya tertutup dan para penjahat itu tidak bisa keluar.
Sementara didalam sel bawah tanah tempat Joan, Christine dan Mandy merek sedang menggali-gali pada atap satu per-satu tanah mulai runtuh hingga akhirnya terdapat lubang diatapnya. Mereka mendaki dinding-dinding dan berpegangan pada ranting untuk mencapai puncaknya. Namun manusia bertopeng berusaha untuk membebaskan diri dari bentengnya karena pintunya yang tertutup batu itu.
Disisi lain Marcus, Joan, dan Joylin menuju kepantai lagi. Dan lagi-lagi tidak ada kemajuan mereka tidak bisa menemukan apapun disana. Semakin lama tampak cahaya yang begitu terang digelapnya malam. Yah , cahaya itu berasal dari sebuah perahu. Dan tampaknya yang mengendarai kapal itu adalah klompotan manusia bertopeng.
Marcus berenang diair hitam dibawah gelapnya malam itu diikuti oleh Joan dan Joylin. Joan dan Joylin mengikuti gerakan Marcus. Mereka tidak berenang lagi sekarang mereka menunjukkan batang hidungnya. Manusia bertopeng itu segera berlari ke perahunya. Dengan gesit Marcus menyobek perahu yang memang terbuat dari karet itu dengan pisau tajam ditangannya. Marcus loncat dan menyibakkan pasir kewajah pria itu dan membuka topengnya dan akhirnya terlihatlah wajah jeleknya.
Diseberang sebelah sana terlihat 3 cewek dengan pakaian penuh dengan pasir. Mereka berusaha untuk menuju tempat berdirinya Joylin, Marcus, Joan. Tapi, tidak bisa karena ditahan oleh klompotan lainnya. Karena mereka perempuan yang hanya bisa teriak-teriak histeris dapat membantu memanggilkan penjaga pantai.
Akhirnya datanglah penjaga pantai beserta polisi. Ternyata mereka adalah mata-mata dan radio itu radio mereka yang terjatuh saat mereka ditangkap polisi. Polisi sudah mencarinya kemana-mana tetapi, tidak ditemukan juga markasnya.
Joylin, Christine, Mandi, Jean, Joan dan Marcus medapatkan penghargaan dan piagam dari kepolisian karena telah berani menemukan mata-mata kelas kakap dan menyelesaikan misi terbesar itu.
Diakhir cerita mereka makan bersama Marcus juga mengajak kakak perempuannya. Jadi Marcus serasa paling cantik. Itu membuat semuanya tertawa terbahak-bahak.